Jumat, 01 Juni 2018

A Little of Happiness

Selamat datang kembali di blog aku yang di isinya tergantung mood. Maafkan yah. Kali ini aku pengen curhat tentang "sedikit" kebahagian aku yang akhirnya bisa punya online shop skincare dan makeup. Sebenarnya bukan sepenuhnya usaha aku, melainkan berdua dengan adik aku.

Senang rasanya bisa menyalurkan kebahagiaan belanjaku. Karena dengan jualan, aku bisa belanja skincare dan makeup yang lagi hits dan emang banyak mendapatkan review positif. Loh kok bisa? Padahal itu kan buat jualan. 
Agak aneh sih, tapi emang begitulah aku yang sebenarnya. Yang penting belanja skincare or makeup. Dan karena aku fokus ke skincare yang share in jar or share in bottle. Aku jadi bisa sekalian icip icip nyobain. Hal yang aku lakuin sebelum aku publish jualan aku. Biar aku bisa kasih masukan dan review ke orang yang beli. Kayak kamu bisa mendapatkan 2 hal dalam satu kegiatan. Happy nggak sih...

Selain itu aku juga jadi semangat buat belajar soal skincare lagi. Sebelumnya, thanks to Female Daily yang memberikan aku masukan dan juga pelajaran lewat artikel-artikelnya. Mereka sungguh berpengaruh buat aku pribadi (karena sudah menyelamatkanku dari krim dokter khusunya) sekaligus memberikan pengetahuan yang bisa aku sharing lagi ke customer aku. Ciyeeee... udh punya konsumen nih. Hahaha. Btw untuk yang pengen tau, nama olshop aku @Naraflah. Masih kecil sih, tapi udah lumayan lah followersnya. Lebih banyak dari followers instagram pribadi aku. Hahaha

****

Namanya usaha, semua pasti ada resiko. Walau terbilang masih kecil. Kadang buat senewen juga. Masalah paling penting adalah ketika orang malas "membaca" caption yang sudah tertera. Kadang aku nggak sepenuhnya punya waktu buat balesin chat-chat mereka. Karena aku dan adik aku masih punya kerjaan tetap juga di kantor. Kadang sedih, karena yang ditanyakan kebanyakan yang sudah tertera di caption. Segitu malasnya kah membaca. Poft...

Selain masalah "Malas Baca Caption" ada lagi masalah yang paling buat senewen. Customer PHP. Pertanyaan dia udah di balas, katanya sih mereka pesen dan ambil sendiri. Eh di tunggu nggak datang juga. Kalau janjinya ambil sendiri trus nggak jadi sih nggak masalah. Yang masalah kalau udah deal trus minta di antar pakai kurir. Karena pakai kurir itu sistem COD. Kadang ada yang ngasih alamat bukan rumahnya, melainkan rumah temannya atau bahkan keluarganya. Waktu udah di tkp alias alamat yang mereka kasih, di hubungin nggak bisa dan tiba-tiba ilang gitu aja. Selain aku sebagai penjual, yang kasian juga si kurir. Karena mereka sistem nalangin dulu. Kalau udah gini, terpaksa si kurir balik lagi buat ngembaliin barangnya. Udah ngantar jauh-jauh, panas-panasan bahkan kadang kehujanan. Dapatnya nggak seberapa akibat mesti balik lagi ngembaliin barang. Kadang aku mikir, kok ada yah orang kayak gitu.

Yah tapi begitulah lika liku dunia dagang. Aku berharap dengan adanya olshop ini banyak manfaat yang aku dapat.
Dan dengan adanya olshop ini, aku jadi semangat buat ngereview skin care or makeup di blog ini lagi. Karena kalau diliat dari jumlah pembacanya, paling dominan soal review skincare or makeup sih. Bukan 2 pulau lagi yang bakal dilewatin dalam satu kali dayung, melainkan 3 pulau. Hahaha, semoga kalian ngerti yah apa yang aku maksud. Dan ditunggu review aku selanjutnya.

Kamis, 08 Februari 2018

Anniversary Fancy ala Meli & Omik

Yeay udah February aja. Waktu nggak kerasa banget yah berjalan. Perasaan baru aja kita ngerayain tahun baruan. Tau-tau udah masuk february aja. Baru sempat nulis blog lagi karena sibuk pindahan kantor baru. Yang dulunya agak kecil, sekarang agak lumayan berkembang ukuran kantornya. Semoga diikuti dengan berkembang juga usahanya yah. Aamiin.

Selain sibuk ngurus pindahan kantor, aku juga mau pamer nih. Aku baru aja pulang ngerayain Anniversary ke-3 pernikahanku sama Omik. Cieeeee...
Kebetulan kemarin aku pengen banget jalan-jalan keluar. Maksudnya keluar kota berdua Omik, sambil istirahat sejenak dari rutinitas biasanya. Tadinya pengen ke-Bali, tapi apa daya kerjaan lagi banyak-banyaknya. Ya udah cuman jadi angan-angan aja.
Tapi alhamdulillah banyak jalan menuju roma, banyak jalan menuju istirahat sejenak dari rutinitas kita berdua. Walau nggak ke Bali, paling nggak keluar kota lah istirahat sejenak

Minggu, 21 Januari 2018

Mengurangi Penggunaan Media Sosial #Curhat

Seperti postinganku membuka tahun 2018 kemaren, aku mengatakan bahwa salah satu resolusiku tahun ini adalah berusaha mengurangi penggunaan media sosial. Alasannya karena aku pengen lebih produktif dengan melakukan sesuatu dan tidak hanya terpaku dengan gadget.

Pernah berfikir dan menyadari nggak sih berapa jam yang kita habiskan ketika memegang gadget dan berjelajah di media sosial atau dunia maya itu? Sejam? Dua jam? Tiga jam? Pastinya lebih dari itu. Untuk sebagian orang, karena nggak sedikit juga kok yang dari dulu nggak tertarik dengan dunia maya. Yah tapi mungkin orang-orang seperti itu hanya 20% sampai 30% keberadaanya. Itu pun sebagian mungkin orang yang sudah tua dan nggak pengen repot. Contohnya bapak saya hahaha.

Ok. Balik ke topik awal. Selain karena lebih ingin produktif, alasan yang kedua dan paling besar adalah menghindarkan energi negatif menghampiri diriku. Apalagi dengan aku yang super Moody. Moodku gampang banget terpengaruh dengan sesuatu yang aku liat di media sosial.

Apalagi dengan keadaan sekarang, dimana berita hoax, berita sara, penipuan, pembunuhan, perselingkuhan, penculikan dan berita buruk lainnya menyebar dengan angka yang hampir menyaingi orang-orang yang berjual Alat Peninggi, Pemutih, Pelangsing dan lain-lainnya. Pooofffft.
Apalagi dengan pesan-pesan yang sekarang banyak tersebar dengan nada sedikit ancaman seperti, "Sebarkan jika ingin dosa-dosa anda gugur" atau "Kalau kau sayang dengan bla bla bla, maka sebarkan" atau lebih parah lagi "Dengan menyebarkan insya Allah pintu surga akan terbuka untukmu". Buset segampang itu yah sekarang masuk surga.

Itu baru berita-berita yang umum beredar di negara kita yang saat ini lagi sibuk dengan urusan Sara-nya. Belum lagi dengan orang-orang yang saling sindir di media sosial. Orang-orang yang meluapkan kekesalannya dengan mengumpat orang lain. Atau orang-orang yang mengumbar kesedihannya dengan sedikit berlebihan. Coba sekarang kita liat disekitar kita. Ada berapa orang yang bermusuhan atau berkelahi hanya karena saling sindir, saling debat di kolom komentar, saling bersaing-saing.

Karena alasan itulah aku mulai sedikit demi sedikit mengurangi penggunaan media sosial. Lebih kepada membersihkan hati. Karena sejujurnya akupun kadang merasa berdosa jika melihat postingan seseorang yang nggak sependapat denganku. Secara nggak sadar kadang dalam hati mengumpat atau malah meremehkan. Itu adalah hal yang benar-benar ingin aku hindari. Aku ngerasa dosaku sudah banyak, dan nggak pengen menambah hanya karena terbawa suasana media sosial saat ini.

***

Jujur, kemaren-kemaren aku banyak menyimpan seperti "kebencian" pada seseorang atau beberapa orang. Hanya karena apa yang dia perbuat dan dia share di media sosial nggak sama dengan apa yang aku suka. What the hell. Aku bahkan sudah se-freak itu dibuat oleh media sosial. Moodku tiba-tiba langsung berubah derastis dari yang bagus ke yang jelek. Padahal kalau dipikir dengan akal yang sehat. Itu urusan mereka, masing-masing orang berbeda-beda. Aku nggak bisa memaksakan seseorang berbuat sama dengan diriku.

Kemarin-kemarin aku sempat dibuat kesal dengan beberapa orang yang aku pikir sedikit banyak mengikuti apa yang aku perbuat. Risih. Jelas! Tapi kalau balik di pikir dengan benar. That's their business, not mine. Biarlah orang menilai. Dan kalau mau dipikir lagi aku yang terlalu "kepedean" diikutin.Dari situ aku ngerasa hati aku sudah sekotor itu dibuat media sosial yang aku ikutin. Aku nggak bisa berpikir realistis.

***

Masih banyak hal-hal yang bisa kita lakukan daripada hanya berdiam diri dan terpaku dalam dunia maya. Memang kita sebagai makhluk sosial dan harus bersosialisasi. Dan harusnya dengan adanya media sosial saat ini akan terasa lebih mudah. Tapi yang aku rasakan saat ini, media sosial yang ada bukan lagi tempat kita bersosialisasi dengan baik. Aku lebih merasakan dampak negatif dari pada positifnya.

Jumat, 19 Januari 2018

Jepang Ternyata...

Orang yang kenal dekat sama aku, terutama keluargaku "Pasti" tau kalau aku terobsesi dengan "JEPANG". Bukan anime atau pernak-pernik Jepang. Tapi terobsesi sangat ingin kesana, berpetualang di berbagai daerah di negara yang di juluki Matahari Terbit tersebut.
Sangking obsesinya, aku girang banget waktu tau salah satu keluargaku. Which is sepupuku ada yang sekolah disana. Dalam hati "Yes bisa main-main kesana tanpa ambil paket tour". Sayangnya belum sempat main-main kesana, dia keburu pulang ke Indonesia. Yaaaaaah...
Tapi nggak apa. Karena lain waktu pasti aku akan kesana. Insya Allah. Aamiin.

Karena tertariknya aku dengan jepang dan kebudayaanya. Aku sering ngikutin beberapa vlog orang-orang Indonesia yang tinggal disana. Dan baru-baru ini aku dipertemukan dan diperkenalkan sebuah buku tentang bagaiman sebenarnya kehidupan di Jepang sana.

Senin, 15 Januari 2018

No More Tears


Mengapa hidupku tidak sesempurna hidupmu?

Ketika aku mulai bertanya seperti itu, ada potongan hati yang merasa berdosa

Betapa munafik diri ini mengelak apa yang telah di berikan-Nya


Kadang apa yang diharapkan tidak sesuai dengan apa yang kita dapat

Kadang jauh dan itu menyakitkan

tapi selang berjalannya waktu Engkau tunjukkan bahwa aku tak sendiri


Mengapa aku harus berdoa?

Padahal apa yang aku doakan tak sama sekali Kau dengar

Apa yang aku terima dari doaku selain perasaan kecewa?

lalu Dia menjawab dengan seribu cerita orang-orang disekelilingku.


Aku kembali tersenyum dan mulai berdiri kembali

melihat sisa bayangan yang tadinya tidak menyadari

Dia sudah memberikan hal yang lebih dari yang kupinta.


mungkin bukan sekarang... tapi aku yakin Dia tau kapan waktu yang tepat

sekarang, nanti... atau bahkan di kehidupan yang lain.

Sabtu, 13 Januari 2018

Clinique Beyond Perfecting Foundation (Review)


Lagi rajin banget buat racun nih. Kali ini aku pengen meracuni kalian dengan makeup. Kayaknya ini kali pertama deh aku ngeracunin makeup. Sebenernya ada banyak draft racun aku. Cuman waktu di pake lama kelamaan makeup itu jadi nggak pas di aku. Makanya aku batal untuk posting.

Karena pengalaman itu akhirnya aku memutuskan untuk mencoba produk yang pengen aku review itu selama sebulan dulu, untuk liat hasil dan efek dari produk yang aku gunakan.

Sesuai judul kali ini aku pengen ngerivew foundation dari Clinique, yaitu "Clinique Beyond Perfecting Foundation + Concealer SPF 19/PA++"

Kamis, 11 Januari 2018

Mainan Baru - Fujifilm Instax Mini 90 Neo Classic


Menutup tahun 2017 kemarin, aku sempat belanja online yang bisa di bilang nggak biasa. Karena kalau biasanya jajanan online aku itu kalau nggak sekitaran makeup/ skincare, yah baju atau sepatu. Tapi kali ini aku belanja gadget. "Fujifilm Instax Mini 90 Neo Classic".

Rabu, 03 Januari 2018

Welcome 2018

Ditahun 2018 ini saya punya banyak sekali harapan. Tapi yang paling penting adalah harapan Orang Tua, Umi, Suami, Adik-Adik saya, dan semua yang saya sayangi selalu diberikan kesehatan. Selain itu harapan untuk diri sendiri pun nggak ketinggalan. Tahun ini saya pengen lebih produktif dan nggak males-malesan. Saya akan melakukan apa yang saya suka dalam hal positif tentunya. Seperti ngeblog, perbanyak baca buku dan yang terpenting mengurangi media sosial. Karena sejujurnya belakangan ini saya merasa lebih banyak mendapat aura negatif ketimbang positifnya di media sosial. Entah ini hanya perasaan saya saja atau memang sekarang media sosial sudah tidak seasik dulu. Yang jelas mengurangi penggunaan media sosial adalah point penting dalam perubahan hidup saya di tahun 2018.

Dan kalau ditahun sebelumnya saya sangat fokus terhadap program memiliki momongan, di tahun ini saya pengen istirahat. Yah walau nggak sepenuhnya istirahat, tapi sedikit tidak memikirkan dan dibawa santai. Dan kalau punya rejeki lebih saya pengen liburan berdua dengan suami, walau belum tau kapan dan keman hehehe. Yang terpenting tahun 2018 ini harus saya jalani dengan happy dan membuang aura-aura negatif yang kadang buat saya terkadang suka nggak bisa mengatur emosi. Hahaha. 

Semoga apa yang sudah saya dan teman-teman lain rencanakan bisa terwujud di tahun ini. Dan selalu yang pastinya diberikan kekuatan jika sewaktu-waktu rencana yang kita rencanakan nggak sesuai atau bahkan jauh dari yang kita harapkan, Aamiin.