Rabu, 26 September 2018

Kuliner di Jalan Alor - Kuala Lumpur

Beberapa bulan yang lalu, akhirnya aku punya kesempatan untuk jalan-jalan ke Kuala Lumpur, Malaysia. Walau sudah sering bolak balik ke negeri tetangga ini, tapi baru kali ini aku bisa menginjakkan kaki di ibu kota negara Malaysia tersebut.

Untuk aku pribadi kalau jalan-jalan kaya begini, hal wajib yang harus dilakukan selain shoping adalah kuliner. Untuk urusan kuliner, aku termasuk orang yang suka coba-coba. Jadi nggak heran kalau tiap liburan berat badan pasti nambah, hahaha.
Tempat yang jadi tujuan pertama soal kuliner adalah Jalan Alor. Jalan yang dipenuhi dengan jajanan pemuas perut ini letaknya ada di Bukit Bintang. Dekat banget sama penginapan yang aku tempati. Karena sedekat itu, aku sampai bolak balik 2 malam untuk dinner disana.



Penampakan Jalan Alor emang sepintas kayak pasar malam. Makin malam makin rame, dan makin banyak pula jajanan yang di jual di jalan ini. Kedai atau kios di kiri dan kanan jalan itu kebanyakan di tempati oleh restoran yang menyediakan aneka seafood. Sedangkan di pinggir jalan ini banyak dijual aneka jajanan ringan. Buat kamu yang lagi jalan-jalan ke Negara upin ipin ini, wajib banget kuliner disini. Karena banyak banget jajanan yang dijual. Pokokknya perut bakal benar-benar dimanjakan di daerah ini.

Buat para muslim yang lagi cari kuliner di Jalan Alor ini, agak sedikit harus hati-hati. Karena nggak semua tempat berlabel Halal. Maklum, karena mayoritas penjual di Jalan Alor ini adalah warga Tionghoa. Untuk jajanan pinggir jalan mungkin sebaiknya kalian harus bertanya menu yang mereka jual apakah mengandung pork atau tidak. Tapi untuk resto yang tersedia biasanya mereka sudah menyediakan label Halal di Papan resto mereka. Atau kalau memang tidak ada label halal, biasanya para pramusaji yang berdiri menawarkan resto mereka akan mencantumkan di buku menu dengan tanda ''No Pork".





Malam pertama di Jalan Alor, kami langsung menjajalkan perut dengan menu seafood. Ada banyak deretan resto seafood di daerah ini, kami sampai bingung ingin memilih resto yang mana. Dan akhirnya pilihan kami tertuju kepada resto yang paling banyak pengunjung dan yang pasti salah satu pengunjungnya ada yang berhijab (buat jaga-jaga). Pilihan itu pun jatuh ke resto "Triple Gold Kitchen".
Kami langsung memesan 3 menu sekaligus, yaitu Kepiting (lupa saus apa), Tom Yum Goong dan Oyster. Kualitas seafood mereka segar-segar, dan racikan menu mereka juga enak-enak. Kecuali Oyster-nya. Agak kurang masuk di lidah kami, hahaha. Padahal Oyster ini bisa dibilang yang termahal dari dua menu lainnya.


Dimalam kedua-nya. Karena masih penasaran dengan menu lainnya, akhirnya kami balik lagi ke resto tersebut dan memesan menu berbeda. Kali ini kami memesan Ikan yang di tim, cumi tepung dan mango salad thailand. Oh iya sampai lupa, kami juga memesan ikan pari masak portugis sesuai saran supir grab yang kami tumpangi di pagi harinya. Sayangnya nggak sempat terfoto dan juga sayangnya lagi ternyata menu yang dihidangkan tidak sesuai yang kami pesan. Yang keluar justru ikan pari saus asam manis. Karena kami kurang paham masak portugis itu seperti apa yah kami terima aja. Sampai akhirnya si pramusaji menjelaskan kalau ada kesalahan.  Telat pakde...udah keburu mau abis.
Mungkin pertanda nanti bakal balik lagi buat ngerasain gimana rasanya masak portugis itu. Hahaha... Aamiin.
Oh iya, overall semua makanan yang kami coba enak-enak. Mulai dari ikan, cumi sampai saladnya. Bener-bener puas.
Selain makanan besar tadi, kami juga keliling buat nyari cemilan. Salah satu yang paling favorite adalah stand gorengan ini. Namanya juga orang Indonesia, lidahnya gak bisa juah dari gorengan. Kalau biasanya gorengan yang di makan sebatas, pisang, singkong, tahu, bakwan dan lainnya. Disini kami nyobain aneka gorengan buah. Salah satunya durian goreng. Rasanya sih hampir sama kayak Cempedak goreng alias ciwadak (cuman warga kalimantan yang tau). Tapi versi premium alias setingkat lebih enak daripada cempedak.

Seperti yang aku bilang tadi, sebenarnya ada banyak banget makanan pinggir jalan yang menarik hati. Cuma yah itu, agak was-was kalau yang aneh-aneh gt. Takut tau-tau mengandung pork. Jadi kami cukup kenyang dan puas kok walau hanya melihat.

***

Jadi sekali lagi, bagi kalian yang pengen jalan-jalan ke Kuala Lumpur, wajib banget mampir di Jalan Alor ini.  Dan satu tips buat kalian yang pengen makan di resto. Cari resto yang mencantumkan harga di setiap makanannya. Karena pengalaman, kadang kalau nggak ada harganya kita suka di kibulin. Tau-tau harganya gak sesuai dengan yang di makan. Mau protes kan juga susah. Jadi harus sedikit cermat beb...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar